JAMBI, LANGITVIRAL.COM – Setelah 36 hari menghadapi medan gambut yang sulit dijangkau, tim gabungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akhirnya berhasil membuka akses menuju arah titik api di kawasan Sungai Benuh, Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS), Jambi.
Pembukaan akses tersebut menjadi salah satu perkembangan penting dalam operasi penanganan karhutla yang berlangsung sejak kebakaran mulai terjadi pada 25 Agustus 2026.
Selama operasi, personel harus menghadapi kondisi gambut yang lembut, kayu rebah hingga jalur yang sebelumnya nyaris tidak dapat dilalui kendaraan maupun peralatan pemadaman.
Operasi melibatkan Satgas Karhutla Provinsi Jambi bersama Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT PDIW dan PT Tripupa Jaya (TPJ).
Selain membuka akses, tim juga melakukan pembuatan sekat bakar, pemadaman langsung, pendinginan, pembangunan embung serta pengerahan berbagai peralatan untuk mendekatkan personel ke lokasi kebakaran.
FOM Head Alex Fatra mengatakan, terbukanya jalur menuju area titik api menjadi perkembangan penting setelah tim bekerja selama lebih dari satu bulan di medan gambut.
“Selama 36 hari tim terus berupaya membuka akses di tengah kondisi gambut yang lembut, banyak kayu rebah, serta medan yang sulit dijangkau. Terbukanya jalur menuju area titik api menjadi perkembangan penting, tetapi operasi belum selesai,” ujar Alex.
Menurut dia, tim bersama Satgas Karhutla dan unsur terkait masih melanjutkan pemadaman, pembuatan sekat bakar serta pengamanan area untuk mengendalikan kebakaran.
BACA JUGA: Mawan Dragon Bergerak Lebih Dulu! Jadi Orang Pertama Ambil Formulir Ketua IMI Jambi, Calon Kuat?
Upaya penanganan diperkuat sejak 22 September 2026 dengan pengerahan puluhan personel gabungan, alat berat, pompa pemadaman dan dukungan udara.
Dalam rangkaian operasi tersebut, tim telah membuka lebih dari 20 kilometer akses dan membangun lebih dari 8 kilometer sekat penyangga.
Pekerjaan tersebut dilakukan bersamaan dengan pemadaman langsung, pendinginan serta pengiriman logistik ke lokasi operasi.
Sebanyak 16 unit excavator juga dikerahkan untuk membantu membuka jalur di tengah vegetasi dan tumpukan kayu rebah.
BACA JUGA: Menyalakan Kembali Harapan, 209 Pasien Jalani Operasi Katarak Tzu Chi Sinar Mas di Jambi
Operasi turut didukung pompa tekanan tinggi, peralatan khusus pemadaman gambut serta water bombing dari udara.
Perkembangan signifikan terjadi pada 30 September 2026 di kawasan Sungai Benuh.
Tim berhasil menyelesaikan jalur terobosan sepanjang sekitar 4,8 kilometer menuju zona penyangga. Pembukaan jalur tersebut juga disertai pembangunan sekat bakar di sisi kiri dan kanan serta akses menuju area titik api.
Di sekitar batas kawasan yang terbakar, pembangunan sekat bakar masih terus diperpanjang.
Tim juga membangun embung untuk memperkuat ketersediaan sumber air yang dibutuhkan selama proses pemadaman.
Sementara dari arah Sungai Benuh yang berbatasan dengan wilayah Jambi, pembukaan jalur terus dilakukan untuk memperkuat akses menuju kawasan operasi.
Medan menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi tim.
Kondisi gambut yang lembut membuat mobilisasi alat berat tidak mudah. Di sejumlah titik, banyak kayu rebah yang menghambat pergerakan personel dan kendaraan.
Tidak hanya medan, sejumlah peralatan yang digunakan dalam operasi juga sempat mengalami kendala teknis sehingga membutuhkan penanganan mekanik di lapangan.
Meski demikian, pembukaan jalur terus dilakukan secara bertahap.
Dengan akses yang kini semakin terbuka, personel dan peralatan pemadaman memiliki ruang gerak yang lebih dekat menuju zona kebakaran.
Terbukanya akses menuju arah titik api bukan berarti penanganan karhutla telah selesai.
Tim gabungan masih melanjutkan pemadaman, pendinginan, pembangunan sekat bakar serta pengamanan batas area kebakaran.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan titik api sekaligus mencegah kebakaran kembali meluas ke area lainnya.
Setelah 36 hari bekerja di medan yang sulit, panjang jalur yang berhasil dibuka menjadi salah satu capaian penting bagi tim di lapangan.
Namun, tujuan utama operasi tetap memastikan api dapat dikendalikan dan area terdampak dapat diamankan.
Dengan akses sepanjang lebih dari 20 kilometer yang telah dibuka dan terobosan 4,8 kilometer di Sungai Benuh, personel kini dapat bergerak semakin dekat ke sumber kebakaran di kawasan TNBS.*
Setelah 36 hari berjibaku di medan gambut, tim gabungan berhasil membuka akses 4,8 km menuju arah titik api di kawasan TNBS, Jambi.**



























Discussion about this post