JAMBI, LANGITVIRAL.COM – Kabut asap kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Rabu. Penurunan jarak pandang membuat sejumlah penerbangan dari dan menuju Jakarta mengalami penundaan hingga perubahan jadwal.
Kondisi tersebut terjadi seiring memburuknya jarak pandang di sekitar bandara.
Department Head Branchcom Bandara Sultan Thaha Jambi, Bachren, mengatakan jarak pandang pada pukul 06.00 WIB masih berada di angka 1.500 meter.
Namun, kondisi terus menurun hingga pada pukul 12.00 WIB jarak pandang tercatat hanya 800 meter.
“Jarak pandang tercatat 1.500 meter pada pukul 06.00 WIB dan terus menurun hingga mencapai 800 meter pada pukul 12.00 WIB,” kata Bachren, Rabu 7 Oktober 2026.
Pada pagi hari, masih terdapat penerbangan yang dapat diberangkatkan. Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta tercatat mengudara pada pukul 06.05 WIB ketika jarak pandang masih mencapai 1.500 meter.
Pesawat tersebut merupakan pesawat yang menginap di Bandara Sultan Thaha atau berstatus remain over night (RON).
Namun, kondisi kemudian berubah ketika kabut asap semakin pekat.
Selain jarak pandang horizontal yang menurun, jarak pandang vertikal (*vertical visibility*) juga hanya tersisa sekitar 500 kaki. Kondisi tersebut membuat sejumlah penerbangan berikutnya harus mengalami penyesuaian.
Penerbangan Jakarta-Jambi Terdampak
Untuk penerbangan kedatangan dari Jakarta, Batik Air ID 6804 tercatat ditunda sambil menunggu kondisi jarak pandang membaik.
Citilink QG 966 dari Jakarta juga mengalami penundaan akibat kondisi asap. Sementara Citilink QG 960 dari Jakarta mengalami penyesuaian waktu kedatangan menjadi pukul 13.10 WIB.
Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta juga mengalami perubahan jadwal.
Untuk penerbangan keberangkatan menuju Jakarta, Batik Air ID 6805 dan Citilink QG 966 tercatat mengalami penundaan akibat kondisi kabut asap.
Citilink QG 961 tujuan Jakarta juga mengalami penundaan sekaligus penyesuaian jadwal menjadi pukul 13.40 WIB.
Sejumlah penerbangan Garuda Indonesia tujuan Jakarta, termasuk GA 127 dan GA 129, turut mengalami perubahan jadwal.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kabut asap tidak hanya menurunkan kualitas udara, tetapi juga mulai berdampak langsung terhadap operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi.
Penumpang Diminta Pantau Jadwal
Bachren mengatakan tim operasional Bandara Sultan Thaha Jambi telah berkoordinasi dengan pihak maskapai dan instansi terkait untuk memastikan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan.
Koordinasi tersebut juga dilakukan untuk menangani penumpang yang terdampak penundaan maupun perubahan jadwal penerbangan.
Calon penumpang diminta terus memperbarui informasi penerbangan sebelum menuju bandara.
Penumpang juga diimbau memantau status penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai atau menghubungi *Contact Center* Injourney Airports melalui 172.
“Manajemen senantiasa bersinergi dengan seluruh pihak untuk memberikan pelayanan, kami juga berharap agar bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi dapat segera teratasi,” ujar Bachren.
Kabut asap sendiri masih menjadi persoalan di Jambi seiring berlangsungnya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah. Kondisi jarak pandang di bandara menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kelancaran operasional penerbangan.*


























Discussion about this post