LANGITVIRAL.COM, KOTA JAMBI – Suasana Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 Kota Jambi di Aula Griya Mayang, Senin (16/3/2026), sempat memanas setelah Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, secara terbuka menyoroti kinerja Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Kota Jambi.
Dalam forum tersebut, Kemas Faried menilai proses perencanaan pembangunan yang dijalankan Bapperinda masih belum berjalan maksimal. Ia bahkan meminta agar pimpinan instansi tersebut dievaluasi karena dianggap kurang konsisten dalam menjalankan tugas, khususnya terkait jadwal pembahasan program pembangunan daerah.
“Kami di DPRD tentu memberikan masukan demi perbaikan. Tapi saya melihat Bapperinda saat ini belum konsisten, terutama dalam penjadwalan pembahasan usulan program. Menurut saya, pimpinan lembaga ini perlu dievaluasi,” tegasnya di hadapan peserta Musrenbang.
DPRD Kesulitan Bahas Program Secara Maksimal
Faried menjelaskan, keterlambatan penyampaian jadwal pembahasan sering membuat DPRD memiliki waktu yang sangat terbatas untuk mengkaji usulan program pembangunan. Kondisi itu dinilai berdampak pada kualitas pembahasan yang menjadi kurang optimal.
Ia mengaku beberapa kali merasa tidak nyaman di hadapan anggota dewan karena informasi yang diterima sering mendadak. Menurutnya, situasi tersebut menimbulkan kesan seolah-olah DPRD dan pihak perencana daerah tidak berjalan secara transparan.
“Kadang pembahasannya hanya diberi waktu tiga sampai empat hari. Dengan waktu sesingkat itu tentu sulit menghasilkan pembahasan yang maksimal. Seharusnya jadwal disampaikan lebih awal agar semua bisa dibahas dengan matang,” ujarnya.
Aspirasi Masyarakat Dinilai Belum Terakomodasi
Selain persoalan teknis penjadwalan, Ketua DPRD Kota Jambi itu juga menyoroti masih banyaknya masukan dari DPRD yang belum masuk dalam prioritas perencanaan pembangunan daerah. Padahal, menurutnya, setiap usulan yang disampaikan DPRD merupakan representasi langsung dari kebutuhan masyarakat.
“Kami membawa aspirasi warga. Jadi ketika banyak usulan tidak diakomodasi, tentu ini menjadi perhatian serius,” katanya.
Faried juga menilai Bapperinda sebenarnya memiliki banyak pegawai muda yang potensial dan mampu membawa perubahan lebih baik bagi lembaga tersebut. Karena itu, ia mendorong adanya penyegaran kepemimpinan agar kinerja institusi menjadi lebih aktif dan responsif ke depan.
“Saya melihat banyak SDM muda yang punya kemampuan bagus. Ke depan mungkin perlu ada perubahan kepemimpinan supaya kinerja lembaga ini lebih maksimal,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan dalam forum Musrenbang RKPD 2027 yang turut dihadiri jajaran pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan pembangunan Kota Jambi.***















Discussion about this post